Ketika sayap cinta telah menyatu

Ketika sayap cinta telah menyatu, ingatlah, kini engkau adalah kepala rumah tangga. Ibarat kapal yang melaju, engkaulah sang nakhodanya. Kemana kapal itu berjalan, semua tergantung kepadamu.

“Laki laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). …”
(Surah An-Nisa’ : 34)

Dalam setiap anugrah, sesungguhnya selalu terkandung tanggungjawab yang besar. Itu juga yang semestinya disadari. Sebagai kepala rumah tangga, kau memiliki tanggungjawab yang teramat besar.

Kelak kau akan dimintai pertanggungjawaban atas anak istri titipan dari Allah.
Adakah telah kau berikan nafkah yang layak ?
Adakah telah kau gauli istrimu dengan pantas ?
Adakah kau berikan pendidikan yang baik bagi keluargamu ?
Adakah kau titipkan ruh keimanan kepada anak anak ?
Semua itu akan ditanyakan, kelak pada waktunya.

Kepada para suami, Al-Qur’an telah memberikan pesan,

“Wahai orang orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; …”
(Surah At-Tahrim : 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s