ISTRIKU, CARIKAN ISTRI UNTUKKU LAGI !

ISTRIKU, CARIKAN ISTRI UNTUKKU LAGI ! (bagian 12)
by. Iweddudul, 29 Maret 2010

Bagian 1

http://www.facebook.com/notes/yulyani-dewi-satu/istriku-carikan-istri-untukku-bag-1/358876342569

Bagian 2

http://www.facebook.com/notes/yulyani-dewi-satu/istriku-carikan-istri-untukku-bag-1/358876342569#!/note.php?note_id=361023342569

Bagian 3

http://www.facebook.com/yulyani.dewi?v=app_2347471856&ref=profile#!/note.php?note_id=368458597569

Bagian 4

http://www.facebook.com/yulyani.dewi?v=app_2347471856&ref=profile#!/notes/yulyani-dewi-satu-full/istriku-carikan-istri-untukku-lagi-bagian-4/371753832569

Bagian 5

http://www.facebook.com/yulyani.dewi?v=app_2347471856&ref=profile#!/note.php?note_id=378858062569

Bagian 6

http://www.facebook.com/profile.php?v=feed&story_fbid=104835496217082&id=100000033210870#!/note.php?note_id=379226407569&comments

Bagian 7

http://www.facebook.com/yulyani.dewi?ref=profile#!/note.php?note_id=379790167569

Bagian 8

http://www.facebook.com/yulyani.dewi?v=app_2347471856&ref=profile#!/note.php?note_id=380072497569

Bagian 9

http://www.facebook.com/yulyani.dewi?v=app_2347471856&ref=profile#!/notes/yulyani-dewi-satu-full/istriku-carikan-istri-untukku-lagi-bagian-9/380887437569

Bagian 10

http://www.facebook.com/yulyani.dewi?v=app_2347471856&ref=profile#!/notes/yulyani-dewi-satu-full/istriku-carikan-istri-untukku-lagi-bagian-10/381504892569

Bagian 11

http://www.facebook.com/yulyani.dewi?v=app_2347471856&ref=profile#!/notes/yulyani-dewi-satu-full/istriku-carikan-istri-untukku-lagi-bagian-11/382067227569

Binar-binar Cinta

Rifa’i menutup kamar Zia hati-hati, kemudian dia beranjak menuju ke ruangan dr Ridwan beberapa jam setelah dokter tersebut selesai berkunjung ke kamar Zia, karena setelahnya Rifa’i masih menunggui Zia sampai dia tertidur pulas.

Dengan langkah gontai dia menuju ruangan yang di maksud dokter Ridwan untuk bertemu dengannya.

Rifa’i mengetuk ruangan dokter Ridwan, kemudian membuka pintunya perlahan, dari dalam Rifa’i mendapati dr. Ridwan tengah sibuk berkutat dengan beberapa kertas di meja kerjanya.

Melihat Rifa’i dr. Ridwan tersenyum, kemudian mempersilahkannya duduk.

Rifa’i dengan tubuh gemetar duduk dan menatap wajah dokter Ridwan penuh cemas.

Dokter Ridwan, tersenyum kembali seolah menenangkan Rifa’i. Kemudian tangannya menyerahkan hasil laboratorium pemeriksaan Zia.

Dokter Ridwan, dokter langganan Zia dan Rifa’i yang sudah mereka anggap seperti keluarga membuka pembicaraan.

“Pak Rifa’i, kondisi Ibu Zia akan berangsur membaik Inshaallah, tapi kondisi dia terlalu lemah dan tidak stabil. Untuk itu Bapak harus menjaganya lebih ekstra, mengingat Ibu Zia sedang mengandung anak bapak, dan janinnya masih terlalu kecil, baru berumur 3 minggu. Ada beberapa kondisi untuk ibu hamil dengan kandungan yang sangat lemah, dan ini sebuah keajaiban untuk Zia, mengingat umurnya, yang hampir 35 dan tuba falopi yang menutup. Oleh karena itu harus hati-hati, Ya Pak”. Kata dokter dan sambil menepuk bahu Rifa’i dia berkata :

“Selamat menjadi calon Ayah”.

“Apa…………?….Dokter benarkah?” tanya Rifa’i seakan tidak percaya.

Dokter Ridwan tersenyum lebar, “Inshaallah”.

“Allahu Akbar….Allahu Akbar…..Allahu Akbar!” Rifa’i mengucap takbir berulangkali.
Menjabat tangan dokter dengan gugup dan mereka berangkulan.

Rifa’i menuju kamar Zia dengan perasaan sangat bahagia, akhirnya Allah memberikan akhir yang manis bagi perjuangan Zia dan dirinya.

Sementara di dapatinya Zia tertidur pulas.

Tiba-tiba ada sesuatu yang terbersit di kepala Rifa’i dengan senyum nakalnya. Sembari memandangi wajah Zia yang tertidur dengan penuh rasa cinta dan mengecup keningnya.

MINGGU KELIMA

Hari ketiga setelah semua membaik, Zia di perbolehkan pulang ke Rumah, dan Rifa’i sengaja menyembunyikan berita gembira itu pada Zia, ada satu misi yang hendak di jalankannya, sebelum Zia tahu semuanya.

Dan malam minggu ini, Rifa’i memulai rencananya.

“Hmm Ini minggu kelima artinya sudah 3 kali ini suaminya, melakukan ta’aruf dengan Trisna”. Pikir Zia.

Dan untuk kali ketiga ini, dia menemukan adanya perbedaan, dari sikap, tindak tanduk, dan juga kebiasaan suaminya.

Dimata Zia, Rifa’i terlihat semakin tampan, dan bersih, serta mulai berubah penampilannya.

Rambutnya yang ikal kini di potong pendek, bau pewangi baju yang selalu di berikan Zia pada kemeja Rifa’i kini harus bersaing dengan bau Parfum, yang sedikit asing di hidung Zia mengingat itu Parfum baru, yang lain dari yang sering di pakai Rifa’i.

Puncaknya adalah malam minggu ini, kali ketiga dia mengajak Trisna makan malam dan rencananya Trisna akan mengenalkan Rifa’i kepada keluarga besar Trisna. Begitu jelas Rifa’i kemarin malam saat selesai sholat Isya.

Perasaan Zia sekarangpun telah berubah, ada titik-titik noda di sela hatinya yang rapuh. Entah karena kondisi kesehatannya yang kurang baik akhir-akhir ini sehingga ketergantungannya pada Rifa’i semakin bertambah, ataukah rasa cintanya yang kian hari kian bertambah menyelesak membuat titik-titik noda merambah di hatinya.

Ya, Zia cemburu, bahkan sangat Cemburu.

Rasanya sakit di dada, seperti ribuan are terlempar dari tempat berdirinya, cemburunya begitu kental dan menyayat hatinya.

Zia tercekat ketika Rifa’i berpamitan dengannya. Seperti biasa Zia mencium tangan Rifa’i dan Rifa’ipun mencium keningnya, kali ini dengan segenap hati dan cinta, dan penuh kelembutan dan memeluknya erat.

Zia hampir saja tak kuasa menahan air matanya, jika saja, Rifa’i tidak melepaskan pelukannya, kemudian berlalu perlahan beranjak menuju pintu keluar.

Mendadak ketika Rifa’i melangkah menuju pintu, Zia menubruk Rifa’i dari belakang, memeluknya, terisak hebat di punggungnya.

Rifa’i menoleh kearah Zia.

Memandang wajah Zia yang terisak, kemudian memegang dagunya, mencium keningnya.
Katanya lembut “ Ada apa. Sayang?”

Zia menggeleng, namun sejurus kemudian dia berkata :

“ Rif, andaikata………..”

“Ya, andaikata apa sayang?”

“Kamu sudah mulai mencintai Trisna, dan berniat melangsungkan pernikahan, maukah?………………” . Kata-kata Zia tersekat disini.

Rifa’i mengrenyitkan dahi, memandang Zia yang menunduk. Mencari jawaban atas pertanyaan Zia yang terputus.

“Mau apa Sayang?”

Zia mendongak mencoba menguatkan perasaannya yang bertubi-tubi menghantam relung hati dan jiwanya, Allah inikah batas kuasa manusia, runtuk Zia dalam hati.

Memberanikan diri menatap Cintanya, kemudian dengan segenap jiwa Zia melontarkan pertanyaan itu.
“Maukah kamu menceraikan aku?. Karena aku…………karena aku………..aku…… tidak tahan dengan semua ini, aku mulai tidak ikhlas Rif.”

Rifa’i terdiam, sesaat kemudian, seulas senyum menggoda terurai di bibirnya.

“Katanya kamu mau aku menikahi Trisna, dan kamu rela di madu?, aku khan menuruti kamu Sayang. Karena aku sayang sekali sama kamu”, Kata Rifa’i.

Tangis Zia semakin keras.

Kali ini tak kuasa Rifa’i memeluk cintanya, membelai Zia, membuat Zia kian tergugu dan menangis keras. Merasakan hangat pelukan cinta.

…………………………………………………………………………….to be cotinued

lebur aku bersamamu satu…….Cinta

Satu pemikiran pada “ISTRIKU, CARIKAN ISTRI UNTUKKU LAGI !

  1. Selamat pagi, posting yang menarik, salut untuk anda.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru berjudul : “Proses kerja usaha cuci sepeda motor?”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan kalau berkenan tolong dikasi komentar.
    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s