Bayi Prematur

Satu dari 18 bayi terlahir prematur. Bayi prematur adalah bayi yang lahir pada usia kehamilan ibu kurang dari 36 minggu. Semua bayi prematur membutuhkan perawatan khusus, tetapi tidak semuanya perlu dirawat di ruang rawat intensif.
Kekuatan / tonus otot bayi prematur masih lemah dan ia tidak banyak bergerak. Mereka juga lebih mudah kekurangan kalsium dan zat besi, juga kadar gula darah yang lebih mudah turun. Kulitnya masih sangat merah dan keriput, kepalanya relatif lebih besar dibanding tubuhnya, tulang kepalanya teraba lunak, dan mereka lebih mudah menjadi kuning dan jika hal ini terjadi, dan bayi menjadi malas minum, segera bawa ke dokter. Memang sedih melihat tubuhnya yang begitu ringkih, tapi ibu tak perlu khawatir karena saat ini perawatan bayi prematur sudah amat modern.
Memberi nutrisi untuk si mungil
Bayi prematur perlu diberi susu lebih sering dibanding bayi cukup bulan karena mereka membakar kalori lebih cepat. Makin mungil tubuhnya, makin sering nutrisi perlu diberikan. Umumnya refleks hisap dan menelan sudah cukup baik pada bayi prematur dengan masa kehamilan > 34 minggu (berat lahir > 2000 gram), sehingga bayi dapat dicoba langsung menyusu pada ibunya. Telah dibuktikan bahwa bayi prematur lebih cepat belajar menetek dibanding minum dari botol. Bila refleks mengisap bayi sudah muncul, ia dapat langsung menetek pada ibu. Bila belum, susu diberikan dengan sendok khusus. Bila bayi belum ada refleks menelan atau amat lemah hingga tak bisa menelan, susu diberikan langsung ke saluran cernanya lewat selang. Untuk bayi yang sangat prematur atau sakit, nutrisi bisa diberikan lewat infus langsung ke pembuluh darah. Bayi prematur, disesuaikan dengan berat badannya, akan mendapatkan nutrisi secara bertahap tergantung kondisinya. Bila ia lahir amat kecil, bayi mendapat nutrisi bertahap mulai dari selang infus hingga akhirnya bisa menetek pada ibu. Agar ASI tersedia, ibu harus diajarkan cara memompa atau memerah ASI secara teratur dan yang paling penting adalah ibu tidak boleh stress, cukup istirahat dan makan. Ibu yang stress oleh karena bayi dipisahkan dari ibunya /dirawat di RS, dapat menghambat produksi ASI.
Mewaspadai gangguan pernapasan bagi si mungil
Apnea
Bayi prematur seringkali berhenti bernapas beberapa saat, disebut apnea. Apne sering ditemukan, terutama bila umur masa kehamilan di bawah 34 minggu. Oleh karena itu alat pantau sebaiknya dipasang sampai umur masa kehamilan mendekati 34 minggu.
Kebanyakan bayi bernapas kembali cukup dengan stimulasi seperti tepukan lembut di kakinya.
Sindroma Gawat Napas / Respiratory distress syndrome (RDS)
Bayi-bayi yang sangat kecil (lahir di bawah usia kehamilan 28 minggu) belum cukup memiliki surfaktan, suatu zat penting untuk menjaga paru-paru agar tidak menguncup. Paru-paru yang menguncup/kolaps tak bisa menangkap oksigen yang diperlukan untuk tubuh. Kondisi kekurangan surfaktan ini bisa menyebabkan penyakit membran hialin atau respiratory distress syndrome. Selama pernapasan bayi prematur belum normal, bayi akan mendapatkan bantuan oksigen, artinya bayi akan dirawat di tempat khusus yaitu Neonatal Intensive Care Unit (NICU)
Referensi
1. Stoppard Miriam. Complete baby&childcare. Dorling Kindersley. Great Britain. 1995
2. Pusponegoro HD, Hadinegoro SR, Firmanda D, Tridjaja B, Pudjiadi AH, Kosim MS, et al. Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak. Ed 1. Ikatan Dokter Anak Indonesia, 2004
3. Amir I. Manajemen nutrisi bayi baru lahir. In: Pediatrics Update. IDAI Jaya. 2003
Bayi lahir premature karena
beberapa factor, yaitu factor si ibu sendiri atau factor dari bayi itu sendiri.
Ada beberapa kemungkinan bayi lahir
premature karena factor ibu, antara lain karena ibu pernah keguguran atau
melahirkan bayi lahir premature pada riwayat kelahiran sebelumnya. Kemungkinan
lain, rahim bagian bawah ibu lemah sehingga rahim akan terbuka sebelum usia
kehamilan mencapai 37 minggu. Infeksi saluran kemih juga bisa menyebabkan bayi
lahir premature.

Adapun factor dari bayi misalnya
bayi tidak mengalami perkembangan selama di kandungan ibu. Bayi premature
cenderung bermasalah karena semua organ tubuhnya belum matang. Kelainan yang
biasa ditemukan antara lain :

Perdarahan otak. Biasanya terjadi pada bayi lahir
kurang dari 34 minggu. Perdarahan otak bisa menyebabkan bayi lahir
premature kurang cerdas dibandingkan dengan anak normal.Sindrom gangguan pernafasanKelainan jantungKelainan UsusAnemiaInfeksiGangguan minum karena belum mampu mengisap.
Diterbitkan di: Maret 04, 2008

• APA YANG INGIN DIKETAHUI SEPUTAR BAYI PREMATUR ANDA
• Apakah bayi prematur ?
• Adalah bayi dengan usia kehamilan kurang dari 37
• minggu. Perkiraan usiakehamilan ini biasanya akan
• dicek ulang sesaat setelah bayi lahir oleh dokteranak.

• Bagaimana kelahiran premature tersebut dapat terjadi
• ?
• Hal itu dapat disebabkan antara lain dari factor ibu
• atau dari bayi.Kondisi ibu yang bagaimana merupakan
• risiko untuk mengalami kelahiran premature adalah
• seperti :
• – Faktor ras (wanita afrika –
• amerika mempunyai risiko yang
• lebih tinggi)
• – Usia ibu kurang dari 18 dan lebih
• dari 40 tahun
• – Ibu menderita hipertensi atau dan
• disertai kelainan jantung
• – Ibu mengalami perdarahan apapun
• sebabnya, sehingga
• diperkirakan jika tidak segera dilakukan pengakhiran
• kehamilan akan
• membahayakan jiwa ibu maupun janin
• – Ibu mengalami preeklampsi atau
• eklampsi (keracunan kehamilan)
• – Inkompetensi serviks
• – Trauma, aktivitas fisik yang
• berlebihan
• – Ibu perokok
• – Ibu dengan diabetes
• Sedangkan faktor dari bayi yang dapat memicu
• kelahiran prematur
• adalah sebagai berikut :
• – Bayi dengan kelainan bawaan
• – Bayi kembar
• – Gawat janin
• – Infeksi
• – Bayi dengan pertumbuhan di perut
• ibu yang sangat lambat
• Pada dasarnya kelahiran prematur pasti adalah keadaan
• yang tidak
• dikehendaki oleh orang tua juga dokter. Karena hal
• tersebut mempunyaikonsekuensi yang tidak menyenangkan
• untuk si bayi. Sehingga saat ini apa yang telah
• diupayakan dokter kebidanan adalah mengupayakan untuk
• mencegah kelahiran prematur ini, antara lain seperti
• : tirah baring, obat obatan khusus untuk
• menngurangi kontraksi rahim. Bila kelahiran prematur
• tampaknya merupakan hal yang tidak dapat dicegah,
• dokter kebidanan akan memberikan suntikan steroid
• untuk pematangan paru janin.

• Apa yang terjadi bila kelahiran prematur tidak dapat
• dicegah ?
• —— so… “welcome to the world !!”
• ini adalah suatu keadaan yang tidak dapat dipilih
• dan orang tua harus dapat menerima kelahiran ini
• dengan ikhlas.

• Namun kelahiran prematur mempunyai batas viabilitas.
• Batas minimal usia kehamilan bayi yang masih dapat
• diupayakan untuk dipertahankan hidupnya adalah 24 –
• 25 minggu, dengan tingkat kematian sekitar 20% untuk
• 24 minggu dan 65% untuk usia 25 minggu, dan berat
• badan minimal 500 gram. Sedangkan di Indonesia
• tampaknya batasan ini masih terlalu dini. Batas usia
• kehamilan bayi yang dapat dipertahankan hidup dengan
• tingkat kualitas perkembangan yang cukup baik adalah
• usia 27 minggu dan dengan berat badan minimal 700
• gram.
• Namun apakah bayi premature tersebut akan bertahan
• dengan tingkat
• perkembangan yang cukup baik seperti bayi matur
• lainnya adalah sangat sulit untuk diprediksi pada
• awal minggu atau bulan pertama.

• Pada bayi premature dengan usia kehamilan lebih dari
• 32 minggu mempunyai ketahanan hidup dan prospek
• kualitas perkembangan lebih baik dibandingkan bayi
• dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu.

• Upaya apa yang dilakukan oleh dokter anak ?
• Segera setelah lahir biasanya bayi langsung
• dikeringkan dari cairan ketuban dan dijaga tetap
• hangat dibawah lampu penghangat. Selanjutnya punggung
• bayi digosok untuk memberikan stimulasi pernafasan.
• Bila bayi tidak segera bernafas atau menangis akan
• diberikan udara melalui pompa ambu (ambu bag) agar
• jalan nafas dan paru paru menjadi terbuka. Bila perlu
• dipasang pipa bantuan nafas dan dihubungkan ke pompa
• udara. Setelah upaya untuk membuka paru berhasil dan
• paru menunjukkan respon bernafas, bantuan ini
• dihentikan secara bertahap sampai mungkin akan
• dilepas sama sekali. Perbedaan dengan orang dewasa
• bahwa bayi relative tidak memerlukan obat pemacu
• jantung atau pijat jantung bila jantung bayi
• didapatkan tidak berdenyut dengan baik. Secara umum,
• keadaan ini akan membaik dengan sendirinya bula bayi
• tersebut mempuyai atau mendapatkan pernafasan yang
• memadai.

• Biasanya bayi premature mempunyai nilai APGAR yang
• lebih rendah
• dibandingkan pada bayi matur. Sehingga anda jangan
• cemas dahulu bila bayi premature anda mempunyai nilai
• APGAR yang rendah

• Apakah bayi premature memerlukan perawatan di NICU
• (Neonatal
• Intensive Care Unit) ??
• Jawaban saya adalah ya dan tidak.
• Pada bayi permatur yang kecil, terutama dibawah 34
• minggu sebaiknya dirawat di NICU, namun di atas 34
• minggu dapat dirawat di ruang perawatan bayi biasa.
• Meskipun pada usia tersebut bayi tetap memerlukan
• perawatan incubator.

• Problem apakah yang mendapat perhatian utama pada
• bayi premature dalam minggu minggu pertama
• kehidupannya ?
• Hipotermi (suhu tubuh rendah)
• Pada awal kelahiran, akibat perbedaan suhu antara di
• dalam rahim dengan di luar rahim, keterbatasan
• mekanisme adaptasi suhu , rendahnya cadangan lemakdan
• kulitnya yang tipis sehingga penguapan cairan tubuh
• meningkat menyebabkan
• bayi premature mudah mengalami suhu rendah.
• Rendahnya kadar gula darah
• Demikian juga kadar gula didalam darah cepat sekali
• menurun dan lama untuk meningkat karena keterbatasan
• kompensasi tubuh
• Sindroma Distres Pernafasan
• Sindroma ini disebabkan adanya tidak atau belum
• matangnya paru sehingga gelembung paru paru (alveoli)
• mudah sekali menguncup atau kolaps. Rendahnya kadar
• surfaktan yang memelihara fungsi ini merupakan
• penyebab utama. Pada keadaan paru paru yang kolaps
• akan membuat bayi memerlukan mesin bantuan nafas
• untuk membuka dan pemberian surfaktan dapat membantu.
• Namun seiring dengan peningkatan teknologi dewasa ini,
• keadaan tersebut dapat diminimalkan dengan pemberian
• udara (tanpa oksigen) untuk membuka paru. Yang
• ternyata dapat menurunkan kebutuhan bayi terhadap
• mesin bantu nafas dan pemberian surfaktan.
• Lupa bernafas (apnu)
• Banyak hal yang berperan dalam kejadian lupa bernafas
• ini. Dengan semakin bertambah usia bayi risiko untuk
• lupa bernafas akan semakin kecil.
• Patent ductus arteriosus (PDA)
• PDA adalah pembuluh darah yang menghubungkan antara
• pembuluh darah besar dan pembuluh darah dari paru
• paru. Normal pembuluh darah ini masih didapatkan pada
• kehidupan janin, namun akan menutup spontan beberapa
• saat setelah lahir.
• Pada bayi premature penutupan pembuluh tersebut
• terjadi lebih lama. Bila keadaan PDA tersebut
• mengganggu sirkulasi darah sehingga aliran darah
• menuju paru maningkat maka keadaan tersebut akan
• mengganggu proses pernafasan bayi dan perlu dilakukan
• pengobatan atau operasi.
• Perdarahan kepala
• Bayi premature mempunyai keterbatasan pengaturan
• aliran darah otak yangsangat terbatas. Sehingga
• keterbatasan ini akan mencetuskan kejadian
• perdarahankepala lebih mudah dibandingkan bayi matur.
• Infeksi
• Bayi premature mudah mengalami infeksi karena
• beberapa hal, antara lain :kulit yang tipis, daya
• tahan tubuhnya yang rendah, sering mendapat infuse
• dan makanan melalui infuse dalam jangka waktu yang
• lama.
• Enterokolitis nekrotikans (NEC)
• Adalah suatu keadaan dimana terdapat kerusakan sel
• sel usus sehingga menyebabkan gangguan dalam proses
• pencernaan atau penyerapan makanan. Bila mengalami
• keadan ini, biasanya bayi akan dipuasakan untuk
• sementara atau bila kerusakan usus cukup berat akan
• dilakukan operasi untuk dilakukan pemotongan
• bagian usus yang sudah tidak berfungsi lagi.

• Ikterus/ bayi kuning / neonatal hiperbilirubinemia
• Kejadian kuning sangat sering dan biasanya kadah
• bilirubin di dalam darahcepat meningkat, hal ini
• disebabkan pada bayi prematur kerusakann sel sel
• darah merah lebih banyak dan cepat dibandingkan bayi
• matur dan diperberat dengtan
• keterbatasan fungsi hati.

• Sehingga sangat jelas dengan banyak problem yang
• mungkin terjadi pada minggu minggu pertama tersebut ,
• bayi premature sangat memerlukan perawatan di NICU.

• Bila bayi premature selamat dari perawatan NICU,
• apakah problem sudahnselesai ??
• Jawaban saya : belum
• Problem apa yang mesti diwaspadai pada periode
• selanjutnya ??
• kejadian lupa nafas
• SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)
• Muntah (disertai refluks)
• Tergantung mesin Bantu nafas
• Tergantung oksigen
• Risiko kebutaan
• Gangguan pendengaran
• Anemia atau kurang darah
• Pertumbuhan tubuh (berat badan, tinggi
• badan dan lingkar kepala)

• Adakah gangguan perkembangan ??
• Adanya beberapa hal yang perlu dipantau membuat
• evaluasi bayi
• prematur bila akhirnya dapat dibawa pulang ke rumah
• adalah bukan sesuatu halyang sederhana dan singkat,
• namun memerlukan pemantauan yang berkala dan
• terusmenerus hingga usia setidaknya mencapai usia
• sekolah (6-7 tahun).


• Oleh : Dr. Setyadewi lusyati, Sp.AKK . Neonatologi dan
• ‘Long Term Follow Up Clinic’ RSAB Harapan Kita Jakarta
• - Indonesia
Tanda dan gejala bayi premature
1. Alat kelamin pada bayi laki-laki paling mentasi dan ragae pada skrotum testis belum turun kedalam skrotum. Untuk bayi perempuan klitoris menonjol, labia minoria belum tertutup oleh labia mayora.
2. tonus otot lemah, sehingga bayi kurang aktif dan pergerakan lemah.
3. fungsi saraf yang belum atau kurang matang, mengakibatkan refleks isap, menelan dan batuk masih lemah / tidak epektif dan tangisannya lemah.
4. Jaringan kelenjar mammae masih kurang akibat pertumbuhan otot dan jaringan lemak masih kurang.
5. Verniks karsiosa tidak ada atau sedikit (perawatan bayi resiko tinggi tahun 2006).
6. Terjadinya persalinan premature ini dipicu oleh beberapa faktor diantaranya ialah infeksi saluran kemih berulang atau adanya bakteri dalam urine. Selain itu, kmplikasi yang dialami ibu berupa kelainan bentuk rahim disaat kehamilan, kehamilan kembar dan ketuban pecah dini juga dapat menjadi faktor penyebab persalinan premature ini.
7.
8. Karena bayi harus dikeluarkan sebelum cukup umur, maka ini turut mempengaruhi berat badan normal bayi. Bayi prematur biasanya lahir dengan berat badan rata-rata dibawah 2 kiloggram. Selain itu organ tubuh bayi juga belum dapat berfungsi secara optimal. Ini merupakan masa-masa kritis dan rawan bagi bayi dan dapat terlewati jika berat badan bayi sudah mencapai lebih dari 2 kilogram.
9.
10. Bayi prematur membutuhkan penanganan yang serius dan harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kemungkinan terburuk karena metabolisme tubuh yang belum sempurna. Begitu lahir, bayi prematur sebaiknya diletakkan di tempat yang keadaannya seperti di kandungan ibunya yang hangat agar suhu tubuhnya stabil. Jika suhu tubuh bayi rendah. Maka dapat mengakibatkan kematian.
11.
12. Setelah bayi lahir, ia harus dibersihkan dan kemudian diletakkan dalam inkubator untuk mempertahankan suhu tubuh normal yaitu 36-36,4 derajat celcius suhu axiela (pengukuran uhu di ketiak ) dan 36,5-37,5 derajat celcius suhu rectum (pengukuran suhu di anus).
13.
14. Selain inkubator, kini juga telah ada metode baru yang disebut dengan metode ‘kangguru’. Aneh bukan kedengarannya?tapi inilah metode terbaik selain inkubator yang dapat dilakukan sang ibu sendiri terhadap bayinya yang prematur.
15.
16.
17. Sesuai dengan namanya, metode kangguru ini menerapkan fungsi yang sama seperti yang dilakukan hewan kangguru dalam melindngi anaknya. Tujuan dari metode ini ialah untuk mempertahankan suhu tubuh bayi agar selalu stabil. Ini bisa terjadi karena saat suhu tubuh bayi dingin, maka sang ibu bisa menghantarkan panas tubuhnya kepada sang bayi agar merasa hangat. Sebaliknya, jika suhu tubuh bayi panas maka ia dapat menghantarkan panas tubuhnya kepada ibunya agar suhu tubuhnya kebali normal.
18.
19. Mengapa menggunakan metode kangguru? Karena metode ini menggunakan suhu tubuh ibu. Suhu ibu merupakan sumber panas yang efisien dan potensial dan murah. Hal ini juga berkenaan dengan suhu optimal yang bisa didapatkan lewat skin-to-skin contact antara ibu dan bayi.

Lalu bagaimana caranya? Tidak begitu sulit kok. Sobat bunda dapat menggendong sang bayi di depan dada. Hal ini dilakukan agar perhatian sang ibu terhadap sang bayi lebih intensif terutama dalam hal menyusui ASI. Sobat bunda bisa mengenakan kain popok bayi dan tutup kepala pada bayi baru lahir, kemudian bayi diletakkan di antara payudara sang ibu dan ditutupi baju ibu yang berfungsi sebagai kantong kangguru.
Prematuritas
DEFINISI

Prematuritas adalah suatu keadaan yang belum matang, yang ditemukan pada
bayi yang lahir pada saat usia kehamilan belum mencapai 37 minggu.

Prematuritas (terutama prematuritas yang ekstrim) merupakan penyebab utama
dari kelainan dan kematian pada bayi baru lahir. Beberapa organ dalam bayi
mungkin belum berkembang sepenuhnya sehingga bayi memiliki resiko tinggi
menderita penyakit tertentu.

PENYEBAB

Penyebab terjadinya kelahiran prematur biasanya tidak diketahui.
15% dari kelahiran prematur ditemukan pada kehamilan ganda (di dalam rahim
terdapat lebih dari 1 janin).

Faktor resiko yang mungkin berperan dalam terjadinya persalinan prematur
adalah:
- Kehamilan usia muda (usia ibu kurang dari 18 tahun)
- Pemeriksaan kehamilan yang tidak teratur
- Golongan sosial-ekonomi rendah
- Keadaan gizi yang kurang
- Penyalahgunaan obat.
Masalah pada ibu biasanya berupa:
- Riwayat persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya
- Kadar alfa-fetoprotein tinggi pada trimester kedua yang penyebabnya tidak
diketahui
- Penyakit atau infeksi yang tidak diobati (misalnya infeksi saluran kemih
atau infeksi selaput ketuban)
- Kelainan pada rahim atau leher rahim
- Ketuban pecah sebelum waktunya
- Plasenta previa.
- Pre-eklamsi (suatu keadaan yang bisa terjadi pada trimester kedua
kehamilan, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, adanya protein dalam
air kemih dan pembengkakan tungkai)
- Diabetes melitus
- Penyakit jantung.

GEJALA

Gambaran fisik bayi prematur:
# Ukuran kecil
# Berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg)
# Kulitnya tipis, terang dan berwarna pink (tembus cahaya)
# Vena di bawah kulit terlihat (kulitnya transparan)
# Lemak bawah kulitnya sedikit sehingga kulitnya tampak keriput
# Rambut yang jarang
# Telinga tipis dan lembek
# Tangisannya lemah
# Kepala relatif besar
# Jaringan payudara belum berkembang
# Otot lemah dan aktivitas fisiknya sedikit (seorang bayi prematur cenderung
belum memiliki garis tangan atau kaki seperti pada bayi cukup bulan)
# Refleks menghisap dan refleks menelan yang buruk
# Pernafasan yang tidak teratur
# Kantung zakar kecil dan lipatannya sedikit ( anak laki – laki )
# Labia mayora belum menutupi labia minora ( pada anak perempuan).

KOMPLIKASI

1. Sindroma gawat pernafasan (penyakit membran hialin).
Paru-paru yang matang sangat penting bagi bayi baru lahir. Agar bisa
bernafas dengan bebas, ketika lahir kantung udara (alveoli) harus dapat
terisi oleh udara dan tetap terbuka. Alveoli bisa membuka lebar karena
adanya suatu bahan yang disebut surfaktan, yang dihasilkan oleh paru-paru
dan berfungsi menurunkan tegangan permukaan.
Bayi prematur seringkali tidak menghasilkan surfaktan dalam jumlah
yang memadai, sehingga alveolinya tidak tetap terbuka. Diantara saat-saat
bernafas, paru-paru benar-benar mengempis, akibatnya terjadi Sindroma
Distres Pernafasan.
Sindroma ini bisa menyebabkan kelainan lainnya dan pada beberapa kasus
bisa berakibat fatal. Kepada bayi diberikan oksigen; jika penyakitnya berat,
mungkin mereka perlu ditempatkan dalam sebuah ventilator dan diberikan obat
surfaktan (bisa diteteskan secara langsung melalui sebuah selang yang
dihubungkan dengan trakea bayi).

2. Ketidakmatangan pada sistem saraf pusat bisa menyebabkan gangguan
refleks menghisap atau menelan, rentan terhadap terjadinya perdarahan otak
atau serangan apneu.
Selain paru-paru yang belum berkembang, seorang bayi prematur juga
memiliki otak yang belum berkembang. Hal ini bisa menyebabkan apneu (henti
nafas), karena pusat pernafasan di otak mungkin belum matang. Untuk
mengurangi mengurangi frekuensi serangan apneu bisa digunakan obat-obatan.
Jika oksigen maupun aliran darahnya terganggu. otak yang sangat tidak
matang sangat rentan terhadap perdarahan (perdarahan intraventrikuler).atau
cedera .

3. Ketidakmatangan sistem pencernaan menyebabkan intoleransi pemberian
makanan.
Pada awalnya, lambung yang berukuran kecil mungkin akan membatasi
jumlah makanan/cairan yang diberikan, sehingga pemberian susu yang terlalu
banyak dapat menyebabkan bayi muntah.

Pada awalnya, lambung yang berukuran kecil mungkin akan membatasi
jumlah makanan/cairan yang diberikan, sehingga pemberian susu yang terlalu
banyak dapat menyebabkan bayi muntah.

4. Retinopati dan gangguan penglihatan atau kebutaan (fibroplasia
retrolental)
5. Displasia bronkopulmoner.

6. Penyakit jantung.

7. Jaundice.
Setelah lahir, bayi memerlukan fungsi hati dan fungsi usus yang normal
untuk membuang bilirubin (suatu pigmen kuning hasil pemecahan sel darah
merah) dalam tinjanya. Kebanyakan bayi baru lahir, terutama yang lahir
prematur, memiliki kadar bilirubin darah yang meningkat (yang bersifat
sementara), yang dapat menyebabkan sakit kuning (jaundice).
Peningkatan ini terjadi karena fungsi hatinya masih belum matang dan
karena kemampuan makan dan kemampuan mencernanya masih belum sempurna.
Jaundice kebanyakan bersifat ringan dan akan menghilang sejalan dengan
perbaikan fungsi pencernaan bayi.

8. Infeksi atau septikemia.
Sistem kekebalan pada bayi prematur belum berkembang sempurna. Mereka
belum menerima komplemen lengkap antibodi dari ibunya melewati plasenta
(ari-ari).
Resiko terjadinya infeksi yang serius (sepsis) pada bayi prematur
lebih tinggi. Bayi prematur juga lebih rentan terhadap enterokolitis
nekrotisasi (peradangan pada usus).

9. Anemia .

10. Bayi prematur cenderung memiliki kadar gula darah yang berubah-ubah,
bisa tinggi (hiperglikemia maupun rendah (hipoglikemia).
11. Perkembangan dan pertumbuhan yang lambat.

12. Keterbelakangan mental dan motorik.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran fisik dan usia kehamilan.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan pada bayi prematur:
- rontgen dada untuk melihat kematangan paru-paru
- analisa gas darah
- kadar gula darah
- kadar kalsium darah
- kadar bilirubin.

PENGOBATAN

Jika kemungkinan akan terjadi kelahiran prematur, biasanya diberikan obat
tokolitik untuk menghentikan kontraksi dan kortikosteroid untuk mempercepat
pematangan paru-paru bayi.

Makanan diberikan melalui sebuah selang yang dimasukkan ke dalam lambung
bayi karena fungsi menghisap dan menelan pada bayi prematur masih belum
matang. Pada prematur yang ekstrim, makanan diberikan melakui infus.
Pada usia sekitar 34 minggu, bayi mulai disusui ASI atau susu botol.

Bayi prematur sangat cepat kehilangan panas dan mengalami kesulitan dalam
mempertahankan suhu tubuh, sehingga mereka biasanya ditempatkan di dalam
suatu inkubator.

Mungkin bayi memerlukan bantuan respirator dan tambahan oksigen.
Kebutuhan paling mendasar bayi prematur adalah kehangatan yang stabil seperti ketika masih di dalam rahim. Untuk itulah, saat baru lahir, kebanyakan bayi prematur memerlukan perawatan di neonatal intensive care unit (NICU) atau unit perawatan intensif neonatus. NICU dengan inkubator dan radiant warmer-nya mampu menciptakan lingkungan nyaman bagi pertumbuhan bayi. Jangka waktu kebutuhan bayi prematur berada di ruang NICU tidak bisa disamaratakan seluruhnya. Hal ini perlu observasi mendalam terhadap kondisi bayi yang mungkin berbeda-beda. Selain itu, tentu saja bayi prematur membutuhkan asupan nutrisi sesuai usianya yang lahir belum cukup bulan.
Sebelum bayi prematur diputuskan boleh pulang, diperlukan suatu pendekatan multidisiplin dari para dokter sesuai permasalahan yang ada padanya. Misalnya dengan melihat beberapa patokan dasar berikut:
1. Temperatur tubuh bayi dinyatakan stabil ketika sudah keluar dari inkubator yang biasanya kemampuan ini dimiliki bayi dengan usia kandungan 34 minggu atau berat badan sekitar 2.000 gram;
2. Bayi sudah dapat minum atau mengisap dengan baik untuk mencapai kenaikan BB sekitar 20-30 gram per hari;
3. Bayi sudah tidak lagi mendapat pengobatan secara intensif dan tidak memerlukan pengawasan di rumah sakit;
4. Bayi tidak mengalami perubahan berarti dalam pengobatan atau pemberian oksigen tambahan menjelang pulang.
Bila berdasarkan observasi itu bayi sudah memenuhi syarat, maka ia sudah boleh dibawa pulang.
YANG HARUS DILAKUKAN ORANG TUA
* Belajar perawatan khusus
Mau tidak mau, ketika bayi pulang ke rumah, orang tua harus belajar merawat karena bayi prematur memerlukan perhatian khusus yang berbeda dari bayi-bayi pada umumnya. Seharusnya, orang tua belajar tentang pemberian oksigen, monitor apnea (terhentinya pernapasan), dan resusitasi kardiovaskular. Banyak rumah sakit yang baru mengizinkan bayi pulang ke rumah bila sudah yakin kalau orang tua dapat melakukannya dengan baik. Bila tidak, rumah sakit akan menundanya karena orang tua tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar bayinya dan mengetahui cara pengenalan masalah yang mungkin muncul setelah bayi dipulangkan.
* Memberikan ASI
Berikan ASI kepada bayi prematur karena ASI memberi efek perlindungan terhadap infeksi. ASI juga merupakan makanan yang paling steril untuk bayi dibandingkan susu formula yang harus disendok dan dicampur dengan air di dalam botol yang sangat mungkin kesterilannya terganggu. Sementara, perlindungan dari infeksi sangat penting bagi bayi prematur karena banyak organ tubuhnya belum berfungsi sempurna.
Berikan ASI setiap 2-3 jam atau mengikuti kemauan bayi. Jangan takut ASI habis karena produksi ASI mengikuti prinsip supply and demand sehingga kantung ASI tidak akan pernah kosong. Misalnya, bila bayi mengisap ASI sebanyak 90 ml, maka ASI baru yang akan diproduksi pun jumlahnya 90 ml. Bila yang diisap 100 ml maka yang diproduksi kemudian adalah 100 ml, begitu seterusnya.
Pengaturan ini memerlukan kecermatan karena fungsi pencernaan dan ginjal bayi prematur masih belum sempurna, selain karena penguapan cairan dari tubuhnya banyak tetapi kemampuan mengisap dan menelannya belum sempurna. Jika ia belum kuat mengisap, ASI harus diberikan lewat pipet.
Terlepas dari itu, bayi yang mendapat ASI memiliki skor perkembangan yang lebih baik ketika usianya mencapai 18 bulan dibandingkan dengan bayi yang hanya mendapat susu formula.
Memang, ASI adalah makanan utama bagi bayi baru lahir. Namun beberapa ibu mengalami gangguan produksi ASI. Sebenarnya hal ini bisa diatasi dengan melakukan konsultasi di klinik-klinik laktasi yang ada di rumah sakit.
* Memberikan susu formula yang tepat
Dalam keadaan terpaksa, jika payudara ibu tetap tidak bisa mengeluarkan ASI, maka ibu bisa memberikan susu formula khusus bayi prematur, bukan susu formula biasa. Hal ini untuk menyesuaikan dengan kondisi tubuh bayi yang masih belum sempurna.
Pemberian susu formula harus dikonsultasikan pada dokter karena pemberiannya harus berdasarkan observasi yang cermat. Intinya, jangan sembarangan memberikan susu formula kepada bayi prematur karena bisa membahayakan tubuhnya. Biasanya baru di usia koreksi 12 bulan bayi prematur boleh diberikan susu formula biasa. Namun bagi bayi dengan BB lahir sangat kecil atau pascasakit berat pemberian susu formula khusus dapat berlangsung lebih lama sampai si bayi mencapai berat yang sesuai dengan usia koreksi.
Pastikan orang tua tahu cara memberikan makan-minum, menghitung kecukupan kalori, kecukupan cairan, dan pemberian suplemen vitamin serta mineral. Misalnya, kebutuhan kalori saat di rumah minimal 100 kkal/kg berat badan/hari, maka bayi harus mendapatkan kalori yang sesuai dari ASI atau susu formula khusus bayi prematur. Bila bayi mendapat susu formula biasa, ia berisiko muntah atau diare yang dapat menyebabkan dehidrasi. Bila demikian yang terjadi maka segera bawa ia ke dokter untuk tindakan lebih lanjut. Untuk itulah, orang tua diharapkan terus melakukan kontak dengan dokter dan meminta nasihatnya sehingga penanganan secara tepat bisa segera dilakukan atau mungkin pengobatan segera dihentikan bila pertumbuhan bayi sudah dianggap normal.
* Tahu waktu pemberian makanan semipadat
Pemberian makan harus dilakukan di saat yang benar-benar diperbolehkan. Umumnya, makanan semipadat baru dapat diberikan setelah bayi berusia 4 bulan usia koreksi. Usia koreksi adalah usia lahir yang dikurangi dengan selisih usia prematur. Misalnya, normalnya bayi lahir di usia kandungan 40 minggu tetapi dia lahir prematur di usia kandungan 35 minggu. Ada selisih 5 minggu untuk mencapai kelahiran normal. Bila mengikuti usia lahir sebenarnya bayi sudah berusia 16 minggu maka usia koreksinya adalah 16 minggu dikurangi 5 minggu = 11 minggu. Jadi, perlu hati-hati dalam menentukannya. Jika usia lahirnya 5 bulan maka bayi belum boleh diberi makan karena usia koreksinya mungkin belum mencapai 4 bulan. Usia koreksi berlaku hingga 2 tahun pertama. Setelah 2 tahun, grafik pertumbuhannya disamakan seperti bayi lain.
* Memberikan imunisasi
Lain hal dengan imunisasi. Imunisasi harus dilakukan berdasarkan usia kelahiran, bukan usia koreksi. Dosisnya pun sama seperti bayi cukup bulan. Tetapi pemberian vaksin hepatitis B sebaiknya ditunda sampai BB bayi mencapai minimal 2.000 gram. Dianjurkan bayi prematur menggunakan vaksin difteri aselular yang lebih kecil kemungkinan menimbulkan demam, bengkak, atau kulit kemerahan walau harganya masih relatif mahal.
* Menyiapkan situasi rumah
Yang perlu diperhatikan saat bayi pulang ke rumah adalah peralihan suasana dari NICU dan ruang perawatan di rumah sakit yang sibuk dengan suasana rumah yang mungkin lebih tenang. Untuk itu bayi butuh adaptasi yang agak lama untuk melakukan penyesuaian. Dianjurkan, setibanya di rumah pasang musik riang agak keras dan lampu yang terang, kemudian secara perlahan volume suara dikecilkan dan cahaya diredupkan. Tujuannya agar bayi tidak merasakan perbedaan yang terlalu mencolok saat kepindahannya.
* Memungkinkan waktu tidur lebih lama
Orang tua pun perlu memberikan kesempatan pada bayi prematur untuk tidur sepuasnya karena dia butuh waktu tidur lebih lama daripada bayi-bayi yang cukup bulan. Mungkin dalam sehari bayi prematur harus tidur minimal 18 jam. Kebutuhan ini sangat penting mengingat pertumbuhan fisik terjadi sangat pesat pada saat bayi sedang tidur. Bila kebutuhan ini tidak tercukupi mungkin akan berpengaruh terhadap pertumbuhan fisiknya.
Namun, kita pun perlu memahami kalau bayi prematur harus lebih sering minum. Jadi, periode tidurnya akan lebih pendek karena sebentar-sebentar dia merengek minta susu. Untuk itu, kita harus siap. Berada di dekat bayi pada jam-jam minumnya adalah tindakan yang sangat baik sehingga bayi bisa segera terpenuhi kebutuhannya tanpa harus rewel berkepanjangan sehingga sulit tidur kembali.
Walaupun angka kejadian suddent infant death syndrome (SIDS) di Indonesia tidak terlalu menonjol, sebaiknya posisi tidur diawasi agar tetap dalam keadaan aman. Perhatikan juga jalan napasnya, jangan sampai tersumbat oleh bantal-guling, selimut, atau berada dalam posisi tengkurap.
RISIKO PADA BAYI PREMATUR
Prematur adalah kelahiran bayi pada saat masa kehamilan kurang dari 259 hari dihitung dari hari terakhir haid ibu. Setiap tahun, sekitar 10-15% bayi lahir prematur atau sebelum waktunya. Umumnya bayi yang lahir prematur akan memiliki banyak problem pascalahir. Dengan demikian, “Bayi prematur memerlukan perawatan lebih intensif dibandingkan bayi yang lahir normal atau cukup bulan,” kata Rudy.
Rudy mencatat, bayi prematur yang masa di kandungannya hanya 36-37 minggu memunyai angka kematian 5 kali lebih tinggi daripada bayi cukup bulan. Sedangkan bayi yang usia kandungannya hanya/di bawah 32 minggu maka angka kematiannya lebih tinggi lagi, yaitu 45 kali lebih tinggi daripada bayi cukup bulan. Hal ini disebabkan banyak organ tubuh bayi yang belum berkembang sempurna sehingga banyak sekali gangguan yang terjadi di dalamnya. “Semakin cepat kelahiran berarti semakin muda masa kehamilan dan semakin muda organ tubuh bayi.”
BERBAGAI KEMUNGKINAN GANGGUAN
Menurut Rudy, di masa awal, bayi prematur mengalami pertumbuhan yang sangat cepat (catch-up growth). Pertumbuhan cepat yang pertama kali dapat dilihat adalah pada lingkar kepala, kemudian baru berat badan (BB) dan panjang badan (PB). Pertumbuhan cepat ini berlangsung sampai usia 3 tahun.
Bayi prematur dengan BB lahir kurang menurut usia kehamilan atau intrauterine growth retardation dan bayi prematur dengan gangguan pertumbuhan saat catch-up growth berisiko tinggi untuk mengalami gangguan tumbuh kembang atau menderita masalah kesehatan lain dibandingkan dengan bayi yang masa pertumbuhan cepatnya dilalui dengan normal.
Ada beberapa cara skrining yang digunakan seperti denver prescreening developmental questonnaire, denver developmental screening test, dan gessel screening inventory. Namun tes ini tidak dapat menggantikan pemeriksaan fisik dan neurologis. Bila terdapat masalah atau gangguan dalam perkembangan sebaiknya bayi dikonsultasikan pada dokter ahli perkembangan.
Dengan kondisi organ tubuh yang belum sempurna, bayi prematur berisiko tinggi terhadap sejumlah penyakit pascalahir, antara lain:
1. Hipoksia perinatal (kekurangan oksigen)
Umumnya gangguan telah dimulai sejak di kandungan, misalnya gawat janin atau stres janin saat proses kelahirannya, yang membuat bayi mengalami asfiksia (kegagalan bernapas spontan dan teratur pada menit-menit pertama setelah lahir). Biasanya, dokter akan melakukan resusitasi (usaha bernapas kembali dengan pernapasan buatan atau pijat dan rangsang jantung) agar tak menimbulkan kerusakan organ, khususnya otak.
2. Masalah kardiovaskular
Masalah kardiovaskular adalah kelainan yang paling sering ditemui pada bayi prematur. Hal ini disebabkan belum menutupnya patent ductus arteriosus (PDA), yaitu saluran yang menghubungkan aorta dan arteri paru-paru kiri. Saluran/duktus ini mengalirkan darah keluar dari paru yang belum berfungsi dan ia tetap terbuka selama kehamilan. Saat masih dalam kandungan, pembuluh darah ini digunakan untuk bernapas. Ketika lahir, bayi akan bernapas secara normal, sehingga pembuluh darah itu akan menutup. Tapi karena gagal napas maka pembuluh darah ini tak menutup.
3. Mata juling
Strabismus atau mata juling biasa dialami bayi prematur. Dokter mata sebaiknya menilai keadaan mata, terutama bila strabismus menetap sampai usia lebih dari 9 bulan. Selain itu bila ditemukan gangguan pada retina atau retinopaty of prematurity (ROP), bayi harus diawasi lebih ketat.
4. Masalah neurologik
Kekurangan oksigen di dalam otak yang belum tumbuh sempurna pun seringkali menjadi gangguan. Masalahnya, pusat pernapasan ada di otak kecil sehingga sering terjadi gangguan pola pernapasan. Hal ini dapat menimbulkan perdarahan di otak. Penanganan harus dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat saraf bayi belum sempurna. Setelah itu, perkembangan sejak lahir hingga balita harus diperhatikan secara cermat sehingga jika terjadi penyimpangan dapat cepat diperbaiki. Sangat baik bila bayi secara kontinyu diobservasi oleh ahli di klinik tumbuh kembang agar perkembangannya bisa sama dengan bayi normal.
5. Gangguan pendengaran
Bayi prematur juga berisiko mengalami gangguan pendengaran yang lebih tinggi. Uji pendengaran dengan brainstem auditory evoked potential dapat dilakukan setelah keadaan memungkinkan. WHO membuat batasan kehilangan pendengaran bila ada kekurangan pendengaran lebih dari 25 dB pada frekuensi 500, 1000 dan 2000 Hz pada salah satu telinga yang relatif lebih baik. Dengan definisi ini sekitar 5% bayi prematur yang lahir kurang dari 32 minggu masa kehamilan akan mengalami kehilangan pendengaran pada usia 5 tahun. Orang tua harus memperhatikan apabila ada tanda gangguan pendengaran secara dini.
6. Gangguan napas
Gangguan ini terjadi karena paru-paru belum matang sehingga kekurangan bahan surfaktan yang diproduksi oleh paru-paru. Surfaktan berfungsi mempertahankan mengembangnya alveoli atau gelembung paru. Kekurangan surfaktan ini membuat pertukaran udara menjadi tidak baik dan bayi akan mengalami sesak napas atau sindroma gangguan napas (SGN).
Tindakan yang diberikan biasanya tergantung pada derajat kematangan paru dan berat ringannya SGN, apakah dokter akan memakai alat bantu napas mekanik atau pemberian surfaktan eksternal. Sebenarnya, kekurangan surfaktan bisa diupayakan dengan menyuntikkan preparat steroid dosis tinggi pada ibu yang menghadapi persalinan prematur.
7. Kuning
Ketika lahir, sebagian besar bayi prematur mengalami kuning yang disebabkan fungsi hatinya belum sempurna. Kemungkinannya akan semakin besar bila saat hamil ibu menderita infeksi, khususnya infeksi plasenta. Tindakan untuk mengatasinya adalah dengan terapi
sinar biru, bila kasusnya berat sekali maka dilakukan transfusi tukar.
8. Cedera kedinginan
Masalah pengaturan suhu tubuh bayi pun terkadang belum sempurna sehingga bayi harus dimasukkan ke dalam inkubator. Tujuannya menghindari bayi dari kedinginan akibat suhu lingkungan yang terlalu rendah, terlalu tinggi, atau suhu yang naik turun karena dapat menyebabkan cedera dengan ciri-ciri kulitnya akan teraba keras pada tempat tertentu.
Selain dimasukkan ke dalam inkubator, ibu pun bisa melakukan gendong kanguru. Lepaskan seluruh pakaian bayi, lalu dekap di dada ibu langsung menyentuh kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa hangat. Lalu tutupi bagian belakang dan samping tubuhnya dengan selimut atau baju ibu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s